Kepadatan ruas jalan di Ibu Kota Jakarta khususnya saat jam sibuk, memang membuat pengendara merasa kesal. Hal inilah yang memicu pengendara khususnya pengguna kendaraan roda dua, melanggar aturan dengan naik trotoar dan merampas hak pejalan kaki. Berdasarkan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), bahwasanya pasal 45 ayat 1 mengatakan, trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan/atau fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut Trotoar merupakan salah satu fasilitas pendukung penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan di antara fasilitas-fasilitas lainnya seperti: lajur sepeda, tempat penyeberangan pejalan kaki, halte, dan/atau fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan usia lanjut.

Masih berkaitan dengan trotoar sebagai perlengkapan jalan, berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ,setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan. Atas dasar hal itulah, Komunitas Suzuki Thunder (KOSTER) Indonesia  yang pada tahun ini kembali masuk kembali dalam nominasi 10 komunitas terbaik dalam program Safety Campaign Awards 2017, melakukan sosialisasi dengan silent campaign membentangkan spanduk mengingatkan para pengguna motor roda dua untuk tidak merampas trotoar yang menjadi hak pejalan kaki.

KOSTER melakukan kegiatan sosialisasi di wilayah jalan Kasablanka, tepatnya didepan TPU Menteng Pulo Jakarta Selatan. Dilokasi ini sebelumnya KOSTER melakukan observasi selama seminggu sebelum kegiatan sosialisasi diadakan, hasilnya cukup mengejutkan saat jam sibuk sore hari antara pukul 15.00-17.00 banyak pelanggaran pengendara roda dua yang melintasi trotoar  untuk menghindari kemacetan. Pada Jumat (10/11) KOSTER melakukan sosialisasi dengan membentangkan beberapa spanduk yang berisi pesan-pesan keselamatan dan himbauan, agar tidak merampas hak pejalan kaki. Kegiatan ini berhasil menekan angka pelanggaran,  meski masih ada beberapa pengendara yang nekat menerobos masuk namun banyak pula pengendara yang merasa malu berbalik arah dan tidak jadi melintasi trotoar.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga pejalan kaki dan juga pengendara kendaraan lainnya, terbukti dengan adanya beberapa pengendara terlihat mengacungkan jempol kearah anggota KOSTER yang sedang melakukan aksi dan juga pejalan kaki yang memberi semangat kepada mereka.

“Wah tetap semangat ya untuk kakak-kakak, bantu kami sebagai pejalan kaki agar hak kami tidak direbut oleh pengendara motor” Ujar Putri salah satu warga masyarakat yang sedang berjalan kaki melintasi trotoar.

Putri mengatakan hak pejalan kaki saat ini memang seringkali direbut oleh pengendara motor “kadang kita merasa kesal sudah tahu ini trotoar hak pejalan kaki tapi malah kami yang diusir dengan klakson mereka dan kami juga takut tertabrak oleh pemotor yang masuk ke trotoar” jelasnya.

Ketua Umum KOSTER Indonesia, Beno mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan KOSTER Indonesia, dalam menciptakan jalanan yang nyaman dan aman. Kegiatan yang KOSTER lakukan ini adalah sebagai bentuk kepedulian komunitas dalam mencegah adanya pelanggaran berlalu lintas, menyadarkan masyarakat pengguna jalan dan juga menekan angka fatalitas kecelakaan.

“Semoga dengan sosialisasi ini masyarakat pengguna sepeda motor menyadari, bahwa trotoar merupakan hak dari pejalan kaki. Jangan rampas hak mereka dan stop kecelakaan karena kecelakaan pasti merugikan” Pesan Beno

Sumber : zonabikers.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *